February 25, 2026

Menentukan port yang jadi Blocking/Alternate pada STP (Spanning Tree)

Berikut teori (logika) menentukan port yang jadi Blocking/Alternate pada STP (Spanning Tree). Saya pakai istilah yang paling umum dipakai di Cisco/RSTP: Root Port, Designated Port, dan Blocking (Alternate).

1) Urutan keputusan STP (inti teorinya)

STP memilih port-port berdasarkan BPDU terbaik.

A. Tentukan Root Bridge

Switch dengan Bridge ID paling kecil jadi root:

  1. Priority paling kecil menang
  2. Kalau sama, MAC address paling kecil menang

Root bridge tidak punya Root Port, semua port-nya ke segmen akan jadi Designated Port (forwarding).

B. Tentukan Root Port (RP) di setiap switch non-root

Di setiap switch (selain root), STP memilih 1 port terbaik menuju root = Root Port. Kriteria (berurutan):

  1. Lowest Root Path Cost (biaya total ke root paling kecil)
  2. Jika sama: Lowest Sender Bridge ID (Bridge ID tetangga yang mengirim BPDU paling kecil)
  3. Jika sama: Lowest Sender Port ID (port ID pengirim paling kecil)
  4. Jika sama: Lowest Local Port ID (port lokal paling kecil)

Root Port selalu Forwarding.

C. Tentukan Designated Port (DP) pada tiap segmen/link

Untuk setiap segmen (mis. link antar 2 switch), hanya boleh ada 1 Designated Port. Port yang menang DP adalah yang mengirim BPDU terbaik ke segmen itu:

  1. Lowest Root Path Cost menuju root dari switch itu
  2. Jika sama: Lowest Bridge ID (priority+MAC) switch itu
  3. Jika sama: Lowest Port ID port itu

Designated Port = Forwarding.

D. Port yang tidak jadi RP dan tidak jadi DP = Blocking

  • Di STP klasik (802.1D) disebut Blocking
  • Di RSTP (802.1w) biasanya disebut Alternate (atau Backup) dan statusnya discarding

Intinya:

Blocking/Alternate muncul pada link redundan: setelah RP & DP dipilih, port “kalah” akan diblok untuk mencegah loop.

2) Cara cepat “menebak” port yang akan blocking

Misal ada segitiga 3 switch: A–B, B–C, A–C.

  1. Tentukan Root Bridge dulu (priority/MAC paling kecil).
  2. Di switch non-root, tentukan Root Port (jalur cost terendah ke root).
  3. Di link yang tersisa (redundan), tentukan Designated Port berdasarkan cost/bridgeID.
  4. Port sisi lain yang kalah di link redundan itu → Blocking/Alternate.

3) Nilai cost yang sering dipakai (patokan umum)

Cost bergantung ke speed (default IEEE, bisa beda implementasi, tapi kira-kira):

  • 10 Mb ≈ 100
  • 100 Mb ≈ 19
  • 1 Gb ≈ 4
  • 10 Gb ≈ 2

Jadi jalur 1Gb biasanya “lebih disukai” daripada 100Mb karena cost lebih kecil.

4) Verifikasi di Cisco (biar teori nyambung ke praktik)

Perintah penting:

show spanning-tree vlan 10
show spanning-tree summary

Lihat di output:

  • Root ID (siapa root)
  • Root Port (port mana RP)
  • Designated/Alternate (mana yang forwarding vs blocking)

Kalau kamu kirim topologi sederhana (mis. A-B, B-C, A-C) + speed link (FastEthernet/Gigabit) + priority tiap switch (atau output show spanning-tree vlan X), aku bisa tentukan port mana yang pasti jadi blocking untuk VLAN itu.

Related Articles