Pertanyaan mengenai saldo minimal adalah hal yang paling sering ditanyakan namun paling sulit dijawab dengan angka pasti, karena Kedutaan Jerman tidak pernah merilis angka resmi yang bersifat kaku. Namun, berdasarkan standar biaya hidup di Jerman dan tren persetujuan visa di tahun 2025, kita bisa menggunakan perhitungan logis.
Berikut adalah rincian mendalam mengenai saldo minimal tabungan untuk Visa Schengen Jerman.
Perhitungan Saldo Minimal: Rumus 2025
Kedutaan Jerman menggunakan parameter “kecukupan finansial” untuk memastikan Anda bisa membiayai hidup tanpa harus bekerja secara ilegal. Secara umum, Anda dianggap aman jika memiliki dana sebesar:
Estimasi Biaya Hidup: Euro 50 – Euro 100 per hari/orang.
Rumus: (Jumlah Hari x Euro 100) + Biaya Tiket Pesawat + Biaya Akomodasi (jika belum lunas).
Sebagai gambaran kasar untuk perjalanan 14 hari:
-
Estimasi biaya harian: 14 hari x Euro 100 = Euro 1.400 (Sekitar Rp24.000.000).
-
Ditambah cadangan aman: Sebaiknya tabungan menunjukkan saldo mengendap minimal Rp50.000.000 per orang.
Jika Anda bepergian bersama keluarga, jumlah tersebut tinggal dikalikan dengan jumlah anggota keluarga yang ikut.
Karakteristik Rekening yang Disukai Kedutaan
Saldo besar saja tidak cukup. Petugas konsuler lebih memperhatikan kesehatan rekening daripada sekadar angka nominal.
-
Saldo Mengendap (Stable Balance): Kedutaan melihat mutasi 3 bulan terakhir. Jangan melakukan setoran besar secara mendadak (blooming) tepat sebelum mencetak rekening koran. Ini akan dianggap sebagai “uang pinjaman”.
-
Arus Kas (Cashflow): Rekening harus menunjukkan adanya aktivitas keuangan yang wajar, seperti gaji bulanan yang masuk atau hasil usaha yang rutin.
-
Kesesuaian dengan Profil Pekerjaan: Jika gaji Anda Rp10 juta per bulan, namun di tabungan tiba-tiba ada Rp500 juta tanpa sumber yang jelas, ini bisa menjadi pemicu penolakan.
Dokumen Keuangan yang Wajib Dilampirkan
-
Rekening Koran 3 Bulan Terakhir: Harus dilegalisir (cap basah) oleh pihak bank.
-
Slip Gaji 3 Bulan Terakhir: Untuk membuktikan asal-usul saldo di rekening Anda.
-
Surat Sponsor (Jika Ada): Jika biaya ditanggung orang lain (misal orang tua atau pasangan), lampirkan rekening koran sponsor beserta bukti hubungan (KK/Akta).
Bagaimana Jika Saldo Saya Pas-pasan?
Jika tabungan Anda tidak mencapai Rp50 juta, Anda tetap bisa melamar dengan strategi:
-
Verpflichtungserklärung (Surat Jaminan): Jika Anda memiliki kerabat di Jerman, mereka bisa membuat surat jaminan resmi di kantor walikota (Bürgeramt) setempat. Dengan surat ini, kerabat Anda menjamin seluruh biaya hidup Anda, sehingga saldo tabungan Anda sendiri menjadi tidak terlalu krusial.
-
Akomodasi yang Sudah Lunas: Lampirkan bukti hotel yang sudah dibayar penuh untuk mengurangi beban biaya harian yang dihitung petugas.
FAQ: Saldo Tabungan Visa Jerman
1. Apakah saldo di deposito bisa digunakan sebagai bukti keuangan? Bisa, namun deposito hanya dianggap sebagai dokumen pendukung (aset). Kedutaan tetap mewajibkan rekening koran (tabungan aktif) karena itu menunjukkan dana likuid yang bisa Anda gunakan kapan saja selama di Jerman.
2. Apakah saya harus menyisakan uang di tabungan setelah dipotong biaya perjalanan? Ya. Sangat disarankan agar saldo akhir setelah dikurangi estimasi biaya perjalanan tidak nol. Petugas ingin melihat bahwa Anda masih punya uang untuk hidup saat kembali ke Indonesia.
3. Bolehkah menggunakan kartu kredit sebagai pengganti tabungan? Kartu kredit bisa dilampirkan sebagai bukti tambahan untuk menunjukkan batas kredit (limit), namun tidak bisa menggantikan kewajiban melampirkan rekening koran.
4. Jika saya sudah membayar lunas tur/paket wisata, apakah saldo minimal tetap sama? Jika sudah lunas, Anda bisa menunjukkan saldo yang lebih sedikit (misal Euro 50 per hari), namun pastikan Anda melampirkan bukti bayar lunas dari agen perjalanan tersebut.
5. Berapa saldo minimal untuk anak-anak? Anak-anak biasanya disyaratkan memiliki setengah dari jumlah dewasa, namun karena anak-anak disponsori orang tua, maka rekening koran orang tua harus menunjukkan total kumulatif yang cukup untuk seluruh anggota keluarga.
Kesimpulan
Angka Rp50.000.000 adalah titik aman (sweet spot) bagi pelancong mandiri asal Indonesia untuk durasi kunjungan 1-2 minggu. Kuncinya bukan pada seberapa kaya Anda, melainkan seberapa logis dan transparan aliran dana yang Anda tunjukkan di atas kertas.












