Berikut teori (logika) menentukan port yang jadi Blocking/Alternate pada STP (Spanning Tree). Saya pakai istilah yang paling umum dipakai di Cisco/RSTP: Root Port, Designated Port, dan Blocking (Alternate).
1) Urutan keputusan STP (inti teorinya)
STP memilih port-port berdasarkan BPDU terbaik.
A. Tentukan Root Bridge
Switch dengan Bridge ID paling kecil jadi root:
- Priority paling kecil menang
- Kalau sama, MAC address paling kecil menang
Root bridge tidak punya Root Port, semua port-nya ke segmen akan jadi Designated Port (forwarding).
B. Tentukan Root Port (RP) di setiap switch non-root
Di setiap switch (selain root), STP memilih 1 port terbaik menuju root = Root Port. Kriteria (berurutan):
- Lowest Root Path Cost (biaya total ke root paling kecil)
- Jika sama: Lowest Sender Bridge ID (Bridge ID tetangga yang mengirim BPDU paling kecil)
- Jika sama: Lowest Sender Port ID (port ID pengirim paling kecil)
- Jika sama: Lowest Local Port ID (port lokal paling kecil)
Root Port selalu Forwarding.
C. Tentukan Designated Port (DP) pada tiap segmen/link
Untuk setiap segmen (mis. link antar 2 switch), hanya boleh ada 1 Designated Port. Port yang menang DP adalah yang mengirim BPDU terbaik ke segmen itu:
- Lowest Root Path Cost menuju root dari switch itu
- Jika sama: Lowest Bridge ID (priority+MAC) switch itu
- Jika sama: Lowest Port ID port itu
Designated Port = Forwarding.
D. Port yang tidak jadi RP dan tidak jadi DP = Blocking
- Di STP klasik (802.1D) disebut Blocking
- Di RSTP (802.1w) biasanya disebut Alternate (atau Backup) dan statusnya discarding
Intinya:
Blocking/Alternate muncul pada link redundan: setelah RP & DP dipilih, port “kalah” akan diblok untuk mencegah loop.
2) Cara cepat “menebak” port yang akan blocking
Misal ada segitiga 3 switch: A–B, B–C, A–C.
- Tentukan Root Bridge dulu (priority/MAC paling kecil).
- Di switch non-root, tentukan Root Port (jalur cost terendah ke root).
- Di link yang tersisa (redundan), tentukan Designated Port berdasarkan cost/bridgeID.
- Port sisi lain yang kalah di link redundan itu → Blocking/Alternate.
3) Nilai cost yang sering dipakai (patokan umum)
Cost bergantung ke speed (default IEEE, bisa beda implementasi, tapi kira-kira):
- 10 Mb ≈ 100
- 100 Mb ≈ 19
- 1 Gb ≈ 4
- 10 Gb ≈ 2
Jadi jalur 1Gb biasanya “lebih disukai” daripada 100Mb karena cost lebih kecil.
4) Verifikasi di Cisco (biar teori nyambung ke praktik)
Perintah penting:
show spanning-tree vlan 10
show spanning-tree summary
Lihat di output:
- Root ID (siapa root)
- Root Port (port mana RP)
- Designated/Alternate (mana yang forwarding vs blocking)
Kalau kamu kirim topologi sederhana (mis. A-B, B-C, A-C) + speed link (FastEthernet/Gigabit) + priority tiap switch (atau output show spanning-tree vlan X), aku bisa tentukan port mana yang pasti jadi blocking untuk VLAN itu.
